ilustrasi saraf otak. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/ktsdesign
Creutzfeld-Jakob disease (CJD) adalah penyakit
otak yang sangat langka dan fatal. Penyakit ini bisa menyebabkan
demensia progresif dan gangguan neuromuskuler.
Ini adalah
penyakit mengerikan yang dapat membuat seseorang merasakan kematian yang
sangat menyakitkan. Orang yang terjangkit akan mengalami perubahan
suasana hati yang drastis, mati rasa, gerakan tubuh yang tidak
terkendali, dan gejala neurologis lainnya. Penyakit ini sepintas mirip
dengan Alzheimers, namun jauh lebih mematikan.
CJD memiliki
durasi waktu sekitar 18 bulan sejak munculnya gejala pertama hingga
kematian. Tetapi dalam beberapa kasus, tingkat keparahan penyakit
terjadi lebih cepat. Sayangnya, tidak ada pengobatan yang efektif untuk
CJD, dan penyakit ini selalu bersifat fatal. Ada faktor yang membuat
seseorang bisa terserang CJD: 1) terjadi secara sporadis; 2) diwariskan;
dan 3) ditularkan melalui infeksi.
Seperti dilansir nhs.uk,
hanya ada beberapa kasus CJD yang terjadi karena paparan individu yang
terinfeksi. Infeksi jenis ini terjadi sebagai akibat dari prosedur medis
yang menggunakan materi manusia yang telah terinfeksi atau instrumen
bedah. Penyakit ini dapat terjadi karena transplantasi kornea,
implantasi elektroda di otak, atau instrumen bedah yang telah
terkontaminasi.
Sementara itu, kontak normal tidak cukup untuk
menyebarkan penyakit ini antara satu orang ke yang lain. Penyakit
Creutzfeld-Jakob sendiri merupakan penyakit langka yang hanya terjadi
1:1000.000 setiap tahun.
Beberapa gejala umum yang tampak pada
pasien CJD seperti insomnia, depresi, kebingungan, perubahan
kepribadian, sensasi fisik yang aneh, dan masalah dengan memori,
koordinasi, dan penglihatan. Kemudian, pasien akan mengalami demensia
progresif dan gerakan menyentak involunter. Mereka juga akan mengalami
masalah dengan bahasa, penglihatan, kelemahan otot, dan koordinasi tubuh
akan memburuk.
Pada tahap akhir penyakit, orang yang terjangkit
akan kehilangan semua fungsi mental dan fisik mereka, serta mengalami
koma. Orang dewasa yang mengembangkan demensia dengan cepat harus
mewaspadai gejala tersebut.
Tes laboratorium biasa belum bisa
mendiagnosis penyakit ini. MRI dan X-ray bahkan belum bisa
mendeteksinya. Tes yang paling membantu adalah electroencephalogram
(EEG), yang mengukur aktivitas gelombang otak dan sering menunjukkan
pola normal ketika CJD hadir.
Diagnosis pasti dari CJD memerlukan
biopsi otak atau otopsi yang dapat mendeteksi perubahan dalam jaringan
otak yang disebabkan oleh penyakit ini. Para ahli medis masih bekerja
keras untuk mengembangkan tes yang baru, termasuk cara untuk
mengidentifikasi protein prion yang diduga memicu CJD.
Penyakit
Creutzfeld-Jakob pertama kali didiagnosis pada 1920-an. Selama 10 tahun
terakhir, variasi penyakit ini telah ditemukan di Inggris. Rata-rata
usia pasien adalah 28 dan 63 tahun, dan durasi penyakit adalah 14 bulan.
Terdapat 10 kasus CJD yang telah dikonfirmasi, dan penjelasan
yang paling mungkin tentang penyebaran penyakit ini berasal dari paparan
langsung daging yang terinfeksi. Ada empat kasus dari varian ini yang
terjadi di Prancis, satu di Irlandia.
No comments:
Post a Comment